Monday, November 22, 2010

Kedatangan Obama ke Indonesia Harus Ada Hasil Konkrit

Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta mengharapkan kedatangan presiden Amerika Serikat Barack Obama tidak hanya sekedar seremonial belaka saja. "Seharusnya juga ada hasil konkrit dan jelas yang meningkatkan posisi strategis Indonesia di berbagai bidang," katanya dalam siaran tertulisnya, Rabu (10/11).

Megawati Institute beranggapan bahwa kunjungan Presiden Obama salah satunya didasari oleh jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama muslim. Arif melanjutkan, kedatangan tersebut sebaiknya tidak hanya didasarkan pada komposisi masyarakat Indonesia yang dilihat memiliki posisi strategis sosial dan budaya dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.


"Namun turut melibatkan pengakuan dan dukungan Amerika terhadap peran penting Indonesia dalam bidang politik dan ekonomi global," kata Arif.


Selain menjadi negara dengan penduduk muslim terbanyak, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu anggota G20. Jadi, sudah sewajarnya Indonesia mendapatkan peran yang lebih strategis dalam dunia Internasional.


"Indonesia dapat jadi obor yang wakili negara berkembang untuk tunjukkan negara maju bahwa permasalahan global dapat diatasi bila semua ada pada posisi sejajar," ujar Arif.

Pray and Act for Indonesia Regularly !!

Pray and Act for Indonesia Regularly!!


BENCANA yang melanda Indonesia bertubi-tubi layaknya peringatan akan lingkungan yang semakin tidak sehat karena manusia sendiri yang tidak dapat merawatnya. Di banyak stasiun televisi lagu berjudul “Berita kepada Kawan” karya Ebiet G Ade menjadi laris diputar. “Mengapa di tanahku terjadi bencana. Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu bangga dengan dosa-dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita.”  Menjadi partanyaan sesungguhnya alam ataukah manusia yang enggan bersahabat?

Merapi kini nampak sudah mencapai titik antiklimaks, tidak lagi terdengar gemuruh yang menandakannya aktif mengeluarkan abu, awan panas, dan lavanya. Begitu juga Wasior dan Mentawai telah kembali berbenah. Memutar kembali memori bencana, semua orang beramai-ramai mengirimkan bantuan.

Pemerintah sendiri memang mengelontorkan dana sangat besar untuk bencana. Berdasarkan Rencana Nasional Penangulangan Bencana 2010-2014 pemerintah mengeluarkan dana sebesar Rp64.475,06 miliar untuk menjalankan program indikatifnya. Angka yang besar. Belum lagi dana-dana yang secara mendadak mengelontor dari kantong-kantong para dermawan.

Dana yang secara mendadak menggelontor besar-besaran itu mengakibatkan sulitnya dibuat suatu pertanggungjawaban akan dana tersebut. Menjadi pertanyaan kemana saja larinya dana bantuan yang secara sukarela diberikan oleh masyarakat tersebut.

Menghimpun Dana Bantuan dari Masyarakat secara Reguler

Adanya euforia berderma di kala bencana sesungguhnya merupakan hal yang positif. Namun salah satu masalah yang muncul dari euforia tersebut adalah mengenai masalah akuntabilitas dana tersebut. Memang sudah selayaknya pemerintah melakukan antisipasi adanya euforia berderma ini yang sering kali justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan korupsi.

Menghimpun dana bantuan masyarakat secara reguler adalah salah satu tawaran solusi. Misalnya, pemerintah dapat menarik dana tersebut dengan menerapkan kebijakan lima persen  donasi penangulangan bencana dari setiap transaksi belanja di supermarket, swalayan, mall, atau restoran yang telah menggunakan sistem dalam penghitungannya. Angka yang kecil namun akan terakumulasi menjadi besar, dan tentunya tidak secara berat langsung membebani masyarakat. Berderma tidak hanya dilakukan saat bencana saja, namun dalam keseharian, saat manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berbelanja, berderma juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Ketika pemerintah menerapkan kebijakan penghimpunan dana dari masyarakat secara regular tentunya pemerintah akan dapat membantu korban bencana secara lebih leluasa dan total. Selain merupakan salah satu langkah antisipasi dan menciptakan akuntabilitas, penghimpunan dana secara regular ini tentunya akan membuat alokasi dana tidak hanya terpusat saat bencana dan pascabencana saja, namun pemerintah pun dapat mengalokasikannya untuk menambah dana penelitian bencana sehingga kesalahan penangan atau kurangnya antisipasi terhadap bencana dapat terminimalkan.

Salah satu contoh yang paling riil adalah alokasi untuk pembelian alat transportasi pengiriman bantuan ke daerah terpencil, seperti Mentawai misalnya. Artikel yang dimuat di tribunnewsbatam.com berjudul Duka Relawan.. Mau Nolong Saja Bayar ke Warga Mentawai yang mengisahkan duka relawan yang ingin mengirimkan bantuan namun justru dipalak oleh warga terkait transportasi, membuka pikiran kita bahwa relawan sangat kesulitan bahkan mengeluarkan dana jutaan untuk niat baik mereka. Adanya dana ini tentunya akan sangat membantu dalam persiapan tanggap bencana bagi para relawan itu.

Semoga tawaran ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi bencana di Indonesia. Sebagai negara yang baik dan bertanggung jawab, mari kita tidak hanya berderma di kala bencana saja! Pray and Act for Indonesia Regularly!

Di Balik Kedatangan Barack Obama ke Indonesia



Setelah mengalami dua kali penundaan kedatangan, akhirnya hampir dipastikan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44, Barack Obama, akan datang ke Indonesia pada 9-10 November 2010 mendatang.

Menurut kabar yang santer diberitakan di media online dan melalui situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook, Obama dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, mengikuti rangkaian kegiatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan pidato kuliah umum di Universitas Indonesia (UI).

Dalam rangka menyambut kedatangan Obama ke Indonesia kali ini, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat, bahkan telah membuat beberapa kontes bagi mereka yang ingin mendapatkan tiket masuk untuk mengikuti kuliah umum Obama di UI.

Terlepas dari masih ragunya beberapa pihak akan kedatangan Obama, momen kedatangan Presiden AS ini selayaknya dijadikan suatu refleksi kritis bagi masyarakat Indonesia. Dengan penundaan kedatangan sebanyak dua kali yang telah dilakukan Obama, terlihat bahwa Indonesia belum dapat dikategorikan sebagai suatu negara yang layak dijadikan strategic partner bagi AS. Pasalnya, apabila Indonesia dilihat sebagai negara yang sangat penting bagi AS di kancah internasional, Obama pasti akan menyempatkan (dan bahkan) mengutamakan kunjungannya ke Indonesia langsung setelah ia terpilih sebagai Presiden AS.

Satu hal yang menarik, jika kita lihat agenda Obama di Indonesia salah satunya ialah mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan kuliah umum di UI. Hal ini terkait dengan misi Obama yang ingin meningkatkan hubungan persahabatan Islam-Barat.

Sejak peristiwa 11 September serta invasi AS ke Irak dan Afghanistan beberapa tahun lalu, hubungan antara Islam-Barat mulai merenggang. Masyarakat barat kebanyakan menganggap Islam sebagai teroris, sementara masyarakat Islam menganngap barat (khususnya AS) sebagai musuh karena telah menyerang negara-negara Islam yang tidak bersalah.

Citra buruk inilah yang ingin diubah Obama. Sebagai presiden AS yang mempunyai latar belakang multikultur, ia memahami betapa pentingnya menjaga hubungan dengan masyarakat muslim. Segala upaya dilakukan untuk mengubah citra AS agar lebih bersahabat dengan Islam.

Hal ini dapat dilihat dari berbagai diplomasi publik yang dilakukan AS guna menaikkan citra AS di kalangan umat Islam, contohnya dengan beasiswa yang diberikan kepada mereka yang berlatar belakang pendidikan Islam yang kuat untuk studi di Negeri Paman Sam tersebut.

Adapun kedatangan Obama ke Indonesia, dapat juga dilihat sebagai salah satu upaya AS untuk menjalin persahabatan erat dengan komunitas Islam terbesar di dunia. Seperti halnya yang dilakukan Obama di Mesir. Kuliah umum yang disampaikan Obama di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat spesial dan tidak dilakukan oleh Obama di negara-negara lain.

Mesir dan Indonesia adalah dua negara yang sama-sama memiliki populasi mayoritas muslim. Di Indonesia sendiri, kurang lebih sebanyaj 90 persen dari 220 juta penduduk Indonesia beragama Islam. Inilah yang menjadi alasan, mengapa Obama pada akhirnya mau tidak mau tetap harus melaksanakan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Indonesia walaupun belum dapat dikatakan sebagai salah satu mitra paling strategis AS, tetapi paling tidak dapat dijadikan sebagai satu sarana untuk meningkatkan citra AS di mata masyarakat Islam.

Sunday, November 21, 2010

Jakarta Selatan Duduki Peringkat Pertama Terbaik Kelulusan SMP

     Jakarta Selatan menduduki peringkat pertama terbaik dalam  prosentase kelulusan SMP tingkat DKI Jakarta tahun ini. Dari 32.938 siswa SMP/MTs se-Jakarta Selatan yang mengikuti UN, hanya 13 persen saja yang tidak lulus.

    “Bahkan enam SMP Negeri prosentase kelulusan mencapai 100 peren,” ujar Kasie SMP Sudin Dikdas Jaksel Murhanuddin, Jumat (7/5). Ke-6 SMP yang lulus 100 persen tersebut adalah SMP N 115, SM N 19, SMP N 41, SMP N 85, SMP N 43 dan SMP N 110.

     Prestasi ini lanjut Murhanuddin tentu sangat membanggakan karena dalam beberapa tahun terakhir ini Jakarta Selatan terus menduduki peringkat pertama DKI Jakarta.Selain itu, 8 SMP di Jaksel juga masuk peringkat 10 besar tingkat DKI Jakarta dalam hal perolehan hasil UAN SMP. Ke-10 SMP tersebut, yaitu :

1) SMP N 115

2) SMP N 19

3) SMPN 41

4) SMP N 85

5) SMP N 177

6) SMPN 11 (yeaay..!! masuk 10 besar♥♥ hore)

7) SMP N 109

8) SMP N 87


9) SMP N 49 

10) SMP N 161
     Murhanuddin mengaku ada beberapa SMP swasta yang siswanya tidak lulus semua. Namun hingga siang datanya belum masuk. Terhadap SMP yang siswanya tidak lulus semua, pihaknya akan mengkaji penyebab dan faktor lainnya. “Ini penting untuk pembinaan ke depan,” tandas Murhanuddin.

Universitas Indonesia Raih Peringkat 50 Perguruan Tinggi Terbaik se-Asia

Universitas Indonesia Raih Peringkat 50 Perguruan Tinggi Terbaik se-Asia

 
TEMPO Interaktif, Depok - Universitas Indonesia berhasil menempati peringkat 50 dalam jajaran 200 perguran tinggi terbaik se-Asia. Hasil ini berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan Asian University Ranking-QS.com.

Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono mengatakan hasil ini sama dengan hasil tahun lalu di mana UI juga menempati peringkat yang sama. “Tahun 2009 lalu, UI juga menempati peringkat yang sama yakni 50,” katanya, Sabtu (15/5).
Menurutnya, kemampuan UI mempertahankan prestasi ini karena sepanjang 2009 sivitas akademika UI berhasil membuahkan 10.050 riset yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Vishnu menjelaskan QS melakukan pemeringkatan berdasarakan empat kriteria, yakni kualitas riset, kualitas pengajaran, penerimaan lulusan di dunia kerja, dan internasionalisasi kampus.

Adapun pemeringkatan berdasarkan subyek, untuk bidang art dan humanities, UI meraih peringkat 18. Di bidang life sciences dan biomedicine peringkat 27, natural sciences peringkat 44, social sciences peringkat 23, serta IT dan engineering peringkat 50.

Selain UI, masih ada empat universitas lagi di Indonesia yang berhasil masuk ke pemeringkatan ini. Di antaranya Universitas Gadjah Mada peringkat 85, Universitas Airlangga peringkat 109, Institut Teknologi Bandung peringkat 113, dan Institut Pertanian Bogor peringkat 119.

Indonesia Indonesia Pengguna Facebook Urutan Kelima di Dunia dan Terbanyak di Asia, 2010

       
Jika berdasarkan data Internet World Stats (IWS) pada tahun 2009 lalu, Indonesia adalah negara pengguna internet urutan kelima terbanyak di Asia dan urutan kelima belas besar pengakses internet terbanyak di dunia, maka wajarlah jika hasil riset inside Facebook pada tahun 2010 ini, orang Indonesiapengguna Facebook terbesar di Asia dan urutan kelima terbanyak di dunia.

     Inggris berada pada urutan terbanyak dengan pemilik akun sekitar 400 juta orang, setelah Spanyol, Perancis, Turki, dan Data tersebut berdasarkan hasil riset situs jejaring sosial nomor satu tersebut yang menyatakan bahwa penggunaFacebook yang memakai Bahasa Indonesia lebih dari 20 juta orang. Sementara facebooker yang menggunakan bahasaIndonesia.

     “Seiring meningkatnya jumlah pengguna Facebook dari luar Amerika Serikat, bahasa pengguna (facebooker) menjadi faktor yang semakin penting bagi para pemasar dan pengembang,” begitulah pernyataan Inside Facebook seperti yang dikutip dari AFP. Ini menjelaskan bahasa merupakan faktor penting dalam berkomunikasi dan untuk menarik “pundi-pundi” dari situs jejaring sosial tersebut.

     Dari hasil riset ini, tentunya pula menentukan pentingnya pengembangan suatu layanan yang sesuai dengan budaya lokal. Seperti contohnya, facebook di Amerika Serikat dan Eropa, yang telah mengkritik FacebookIndonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, Facebook beberapa kali mendapat kecaman karena telah menampilkan konten yang dianggap menghina agama Islam. Di Pakistan, Facebook bahkan sampai diblokir aksesnya selama dua minggu karena menampilkan halaman kontes kartun Nabi Muhammad.

     Ini menjadi usaha keras tim Facebook dalam mengubah pengembangan layanan yang sesuai dengan budaya suatu negara, dan pasti akan terjadi perbedaan.

Saturday, November 20, 2010

6 Jenis Kalajengking Paling Mematikan di Dunia


1) Death Stalker (Leiurus Quinquestriatus)

 
Tipe : Terrestrial, Opportunistic Burrower
Asal : Timur Tengah dan Afrika Utara
Size : 10-13 cm
Temperamen : Agresive

      Death Stalker dikenal sebagai spesies yang memiliki racun paling mematikan racunnya adalah campuran dari berbagai racun neurotoxin yang sangat kuat yang dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat tidak tertahankan, kemudian demam, diikuti dengan koma, kejang-kejang, kelumpuhan dan kematian. Untungnya, untuk manusia dewasa yang sehat, walaupun menyakitkan, tapi tidak dapat membunuh. Anak kecil, orang tua dan individu yang lemah (misalnya jantung lemah) berada pada kelompok beresiko tinggi akan kematian bila tersengat kalajengking ini.

2) Arabian Fat-tailed Scorpion (Androctonus Crassicauda)


Tipe : Terrestrial dessert
Asal : Timur Tengah dan Afrika Utara
Size : sekitar 10 cm
Temperamen : Tidak terlalu agresive

      Fat-tailed scorpion atau Androctonus merupakan salah satu spesies kalajengking paling beracun di dunia. namanya aja "Androctonus" yang berarti man-killer. Diantara seluruh spesies Androctonus mungkin yang paling bahaya adalah Arabian Fat-tailed Scorpion ini, racun yg dia miliki bisa menyaingi racun Death Stalker. Racun yang spesies ini miliki juga terdiri dari neurotoxin. Spesies ini bertanggung jawab atas kematian beberapa orang tiap tahunnya. Saat ini masih menjadi perdebatan siapakah kalajengking paling mematikan, apakah Death Stalker atau Arabian Fat-tailed?

3) Yellow Fat-tailed Scorpion (Androctonus Australis)


Tipe : Terrestrial
Asal : Timur Tengah, Afrika Utara, India
Size : lebih dari 9 cm
Temperamen : Kadang agresive kadang calm

      Sesuai dengan jenisnya yaitu "Androctonus", yellow fat-tailed merupakan jenis yang sangat mematikan, walaupun racunnya tidak sekuat Death Stalker ataupun Arabian fat-tailed, racun yellow fat-tailed bisa membunuh seseorang dalam waktu 2 jam apabila tidak segera diberi serumnya (tidak berpengaruh terhadap orang dewasa yang sehat). Untuk mendapatkan serumnya juga tidak gampang, bahkan di AS saja untuk mendapatkan serumnya sangat sulit.

 4. Black Spitting Thicktail Scorpion (Parabuthus Transvaalicus)


Tipe : Opportunistic Burrower
Asal : Afrika
Size : sekitar 12 cm
Temperamen : Cukup agresive

      Mengapa jenis yang satu ini mendapat julukan Black Spitting Thicktail Scorpion? Ini dikarenakan mereka bisa menyemburkan racun mereka seperti halnya kobra. Racun yang mereka semburkan dapat sampai berjarak 1 meter dan apabila terkena mata dapat menyebabkan rasa yang sangat perih dan kebutaan sementara. Namun kebutaan ini bisa jadi permanen, jika racun tidak segera dibersihkan. Kemampuannya inilah yang membuat ia dianggap sebagai spesies yang cukup berbahaya, namun kadar racunnya tidak tergolong mematikan. Walaupun begitu, racun yang dimiliki jenis ini berbahaya untuk anak-anak dan orang yang alergi terhadap racun ini.

5) Striped Bark Scorpion (Centruroides Vittatus)
 

Tipe : Opportunistic Burrower
Asal : Amerika Utara
Size : 5-7 cm
Temperamen : Tidak agresive
 
     Seperti banyak kalajengking lainnya, jenis ini juga gampang ditemukan disekitar habitatnya. Namun karena kedekatannya dengan manusia, jenis ini (walaupun tidak agresive) cukup sering merugikan manusia. sSngatannya sangatlah menyakitkan. Untuk beberapa orang dapat terjadi selama 15-20 menit dan tidak jarang sampai hingga 2-3 hari. Namun jenis ini jarang sekali amenyebabkan kematian, beberapa laporan menyebutkan bahwa jenis ini bertanggung jawab atas kematian beberapa orang namun itu semua masih menjadi perdebatan.

6) Asian Forest Scorpion (Heterometrus Longimanus)


Tipe : Terrestrial
Asal : Asia bagian selatan termasuk Indonesia
Size : 10-12 cm
Temperamen : Sangat agresive

      Ia sangatlah mirip dengan emperor scorpion, namun sifatnya sangat berbeda. Asian forest merupakan jenis yg sangat agresive dan cukup bersifat defensive sehingga sering merasa terancam sehingga sering terlihat berada dalam posisi siap menyerang. Berbeda dgn jenis-jenis 
kalajengking di atas, bila terancam Asian forest jarang menyengat menggunakan ekornya, mereka lebih sering menyerang dengan menggunakan capitnya yang cukup besar untuk membuat kita berdarah. Racun yg dimiliki oleh Asian forest tidak mematikan (dikatakan hanya sekuat sengatan tawon) mungkin karena itu ia lebih mengandalkan capitnya yang kuat.